Bamboo Rafting Khas Loksado di Sungai Amandit – Jikalau menyenangi olahraga air khususnya rafting, Loksado ialah satu daerah yang menjadi daftar petualangan yang patut dikunjungi. Loksado ialah sebuah kecamatan di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Letak geografis Loksado yang berada di Pegunungan Meratus membikin Loksado mempunyai banyak destinasi tamasya air terjun dinaspariwisatabalangan.com.

Bamboo Rafting Khas Loksado

Perjalanan menuju Loksado, memang perlu pengorbanan. Dibutuhkan perjalanan darat dengan waktu tempuh sekitar 4 jam dari Banjarmasin. Dapat menerapkan kendaraan pribadi atau malah angkutan lazim. Jikalau menerapkan angkutan lazim, pilih saja angkutan menuju Kandangan, ibukota kabupaten Hulu Sungai Selatan.  Tarif angkutan lazim sekitar 35 ribu rupiah dengan waktu perjalanannya sekitar 3 jam.  Berikutnya dari Kandangan menuju Loksado bisa dicapai sekitar 1 jam. Situasi jalurnya cukup curam, tapi telah benar-benar mulus.
Rafting yang dikerjakan di Loksado cukup unik, sebab bukan menerapkan perahu karet seperti lazimnya. Water sport ini lebih menantang sebab cuma menerapkan rakit bambu, rafting ini lebih diketahui dengan sebutan Balanting Paring atau Bamboo rafting, di mana tiap-tiap rakit bambu cuma berisi optimal 3 penumpang, dengan seorang pemandu yang telah berpengalaman. Rafting ini lazimnya dikerjakan di sungai Amandit. Waktu yang di tempuh sebuah bamboo rafting dapat menempuh 2 – 3 jam.

Panorama Alam Yang Luar Biasa

Bukan cuma menguji andrenalin, ketika bamboo rafting akan dijumpai panorama alam yang luar awam. Kecuali itu juga ditengah perjalanan, akan menonjol kesibukan suku Dayak Meratus. Bamboo rafting akan usai disebuah Desa bernama Tanuhi. Meskipun tidak berada dikawasan gunung berapi, Desa Tanuhi mempunyai sumber air panas natural yang berasal dari gas bumi. Jikalau merasa benar-benar lelah sesudah merasakan perjalanan bamboo rafting, cobalah berendam di Tanuhi untuk melemaskan kembali otot-otot yang tegang.
Jikalau mau merasakan estetika alam Laksado, sebaiknya menyiapkan 2 hari untuk berada disana. Untuk opsi penginapan di Laksado, terdapat bermacam-macam-ragam harga yang cocok dengan fasilitasnya. Dari yang terendah ialah Camp AAL sebesar 50 ribu rupiah permalam, Wisma Alya sebesar 150 ribu rupiah, Wisma Loksado sebesar 250 ribu rupiah dan Meratus Resort sebesar 300 ribu rupiah permalam.
Hari pertama dapat diaplikasikan untuk menguji adrenalin dan hari kedua dapat diaplikasikan penuh untuk merasakan estetika alam serta menjajal Desa Malaris yang mempunyai tamasya Balai Adat. Salah satu kesibukan yang dapat dikerjakan untuk mengisi tamasya di Loksado ini ialah memperhatikan secara segera pelaksanaan masyarakat mengolah kayu manis dari dikala masih berbentuk pohon kemudian diolah menjadi sirop. Atau bagi yang mau melatih kreativitas, cobalah membikin souvenir khas Dayak, seperti gelang yang terbuat dari tumbuhan khas hutan hutan Meratus yang segera dijalin ke tangan atau kaki Anda. Melainkan jikalau malas, cukup memperhatikan saja para wanita yang sedang membikin ransel dari rotan.