Bukit Matang Kaladan

Melihat Pesona Keindahan Alam Bukit Matang Kaladan di Kalimantan Selatan

Melihat Pesona Keindahan Alam Bukit Matang Kaladan di Kalimantan Selatan – Siapakah yang menduga bila di Pulau Kalimantan mempunyai tempat wisata yang demikian mempesona. Bukit Matang Kaladan yang ada di Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini, sangat menarik dari pesona Raja Ampat. Walau masih kedengar asing untuk pencinta travelling, tetapi tempat wisata satu ini mulai populer akhir-akhir ini. Yok lihat pembahasan dari pesona keindahan bukit Matang Kaladan, di sini.

Keindahan yang Disajikan Bukit Matang Kaladan

Tujuan wisata bukit Matang Kaladan berada di Riam Kanan, kota Banjarbaru. Di mana tempat itu tawarkan keindahan wisata alam yang menyajikan kompleks bukit-bukit hijau. Yang memikat pada wisata satu ini yaitu ada bukit-bukit yang melingkari danau yang ada di tengahnya, dan ada pulau pulau kecil disekelilingnya. Di mana ide dari bukit Matang Kaladan mempunyai kemiripan, sama seperti yang ditawari oleh pulau Wayag di Raja Ampat.

Pada tempat itu menyajikan sebuah panorama danau dari sebuah bendungan Riam yang membendung delapan sungai dari pegunungan Meratus. Di mana bendungan itu sebagai object penting untuk daerah Banjarbaru karena jadi sumber energi untuk pembangkit listrik tenaga air. Di atas bukit itu dapat melihat pemandangan barisan bukit hijau, bersambut dengan atmosfer sejuk yang ditawari oleh daerah Banjarbaru.

Disamping itu, di atas bukit Matang Kaladan kadang-kadang akan kedengar siulan burung yang bersatu dan cocok dengan embusan angin. Yang mengakibatkan pengunjung untuk kerasan lama-lama pada tempat wisata itu. Menariknya, bukit itu tawarkan beberapa spot yang pas untuk pengunjung memburu foto instagramable. Bahkan juga disitu ada hammock yang sudah dipersiapkan masyarakat, buat mendukung kenyamanan pengunjung di bukit Matang Kaladan.

Rute Menuju Lokasi Bukit

Lokasi tentu dari bukit ini ada di sekitaran Pelabuhan Bendungan Riam Kanan. Dari pusat kota Banjarbaru mempunyai jarak sekitaran 25 km. Untuk dapat menuju ke bukit cantik ini bisa dijangkau lakukan lajur darat, baik memakai kendaraan beroda 2 atau beroda 4. Di mana kendaraan itu dapat diparkir di tempat yang sudah disiapkan. Selanjutnya pengunjung bisa lakukan pendakian supaya bisa capai ke puncak bukit.

Akan tapi untuk dapat capai puncak bukit, pengunjung perlu lakukan tugas yang tidak mudah. Perlu untuk mempersiapkan fisik dan perlengkapan tertentu supaya bisa mengalahkan bukit itu. Pasalnya bukit Matang Kaladan mempunyai kemiringan yang bisa capai 60 derajat. Tetapi bukan hanya medannya saja yang curam dan susah, embusan angin darat juga bisa mengusik jalannya pendakian.

Untuk capai puncak bukit, ada dua lajur. Pada lajur pertama ada jalan setapak yang beberapa sudah dipasang anak tangga, dan bekasnya memercayakan akar pohon yang ada sebagai injakan atau pegangan. Saat sebelum sampai di puncak, lajur yang dilewati mulai sedikit terjal. Di mana pengunjung akan mendapati formasi ban sisa untuk bertumpu. Lajur ini relatif sulit untuk dilewati, hal itu karena terjal dan tidak ditutupi pohon-pohonan hingga cukup terik.

Baca Juga : Danau Biru Pengaron, Danau Eksotis Bekas Tambang Yang Indah

Untuk lajur yang ke-2 ada jalan yang lebih agak miring. Bila tidak berasa tergesa-gesa ke puncak, dapat ambil lajur yang ini. Pasalnya lajur ini mempunyai situasi yang lain di rimba, tetapi jalannya lebih mudah karena ada jalan setapak yang ke arah langsung ke bukit Matang Kaladan. Walau demikian, faksi pengurus sudah sediakan tali untuk tiap wisatawan yang ingin mendaki sampai puncak bukit.

Minimal pengunjung memerlukan waktu sekitaran 30 menit untuk sampai di puncak bukit Matang Kaladan. Akan tapi bila sudah capai bibir bukit, rasa capek untuk mendaki akan lenyap terpindahkan dengan rasa takjub pesona cantiknya panorama di muka mata. Untuk ticket masuknya sendiri, masih termasuk cukuplah murah untuk semuanya tipe kelompok pengunjung yang tiba.

Saat memutuskan untuk lakukan pendakian, ada baiknya kalau pengunjung bawa perbekalan makanan atau minuman. Pasalnya medan yang curam kuras banyak tenaga. Apalagi dengan terik panasnya matahari yang membuat dahaga semakin. Tetapi ingat, untuk kembali bawa sampah yang dibawa. Hal itu benar-benar berguna untuk selalu jaga lingkungan bukit, terlepas dari sampah.

Tetapi untuk pengunjung yang melalui lajur agak miring untuk berhati hati, pasalnya banyak kendaraan beroda 2 yang berakhir lalang di lajur itu. Rupanya tempat itu banyak tukang ojek yang sediakan jasa untuk mengusung beberapa pengunjung yang tidak mau lelah atau bermandikan keringat ketika telah sampai di atas bukit. Untuk jasa 1x naik atau turun bukit akan dikenakan ongkos angkut sejumlah 20 ribu rupiah.

Bila pengunjung berasa kecapekan, dapat istirahat sesaat di warung yang dibuat di atas bukit ini. Di warung itu pengunjung dapat beli minum sambil hilangkan keringat yang bermuculan. Selainnya bisa nikmati minuman dingin, di warung sediakan gorengan yang dapat dikonsumsi sekalian nikmati panorama danau Riam Kanan di atas bukit.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *