Profil

Pariwisata di Kabupaten Balangan

Gunung Hauk dan Arus Desar Nanai Kabupaten Balangan

Paradigma pariwisata di masa lalu, seperti 3S (Sun, Sea, Sand) telah bergeser pada perkembangan pariwisata Modern. Pariwisata modern ini dapat berupa Wisata minat khusus, wisata religi, wisata kuliner hingga belanja. Kabupaten Balangan memiliki potensi wisata modern tersebut yang dapat terus dikembangkan. Artinya, saat ini pilihan pengunjung terhadap produk wisata ditentukan oleh keunikan dan kualitas produk wisata yang ditawarkan serta seberapa besar produk wisata tersebut bisa memberi pengalaman baru bagi mereka. Secara umum, pengalaman adalah hal yang penting bagi pengunjung dan kebutuhan akan pengalaman inilah yang saat ini dikembangkan di Kabupaten Balangan.

Bagi masyarakat di luar Kalimantan Selatan, masih banyak yang menanggap Kabupaten Balangan sebagai Pantai Balangan yang ada di Pulau Dewata, Bali. Namun, pariwisata di Kabupaten Balangan sendiri saat ini sudah mulai populer. Kabupaten Balangan memiliki lima kategori atau jenis wisata, yaitu Wisata alam, wisata sejarah, wisata religi, wisata buatan dan wisata budaya. Menurut data Dinas Pariwisata Kabupaten Balangan, jumlah wisatawan yang datang ke Kabupaten Balangan dari waktu ke waktu terus meningkat. Dibantu oleh Pokdarwis setiap destinasi wisata, saat ini Dinas Pariwisata terus melakukan koordinasi dan pemantauan ke setiap Destinasi Wisata.

Festival Budaya Dayak Meratus

Meskipun saat ini sektor pariwisata ikut terdampak pandemi Covid -19 yang pertama kali masuk di Indonesia pada Maret 2020, namun industri pariwisata Nusantara terus bertahan dan melakukan strategi-strategi khusus untuk tetap menghidupkan pariwisata Indonesia. Pemerintah telah menerapkan pembatasan perjalanan dan kegiatan, larangan masuk ke beberapa provinsi tertentu dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), begitu pula di Kabupaten Balangan. Tingginya jumlah masyarakat yang tertular covid-19 sejak maret 2020 juga membuat Dinas Pariwisata harus rutin memberikan himbauan dan arahan kepada setiap Pokdarwis untuk melakukan pemantauan kepada seluruh pengunjung. Himbauan ini bertujuan agar pengurus Pokdarwis beserta pengunjung bekerjasama untuk mengikuti protokol kesehatan covid 19, berupa 3M (Mencuci Tangan, Menjaga Jarak dan Menggunakan Masker).