Berita

Balangan

Kabupaten Balangan adalah salah satu kabupaten di provinsi Kalimantan SelatanIndonesia dengan ibukotanya adalah Paringin.

Kabupaten Balangan merupakan kabupaten pemekaran dari Kabupaten Hulu Sungai Utara yang ditetapkan berdasarkan Undang-undang Nomor 2 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003 tentang Pembentukan Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan di Provinsi Kalimantan Selatan. Berdasarkan undang-undang tersebut, Menteri Dalam Negeri Hari Sabarno meresmikan Kabupaten Balangan pada tanggal 8 April 2003 yang kemudian menjadi hari jadi yang dirayakan setiap tahunnya. Motto Kabupaten Balangan adalah “Sanggam” : “Sanggup Bagawi Gasan Masyarakat” (bahasa Banjar, berarti: Kesanggupan melaksanakan pekerjaan (pembangunan) yang didasari oleh keikhlasan untuk masyarakat.

Geografi

Kabupaten Balangan terletak di bagian utara Provinsi Kalimantan Selatan pada garis 114°50’31 – 115°50’24 Bujur Timur dan 2°1’31 – 2°35’58 Lintang Selatan, berdasarkan letak geografis maka kabupaten Balangan cukup strategis karena dilalui lintas trans Kalimantan dan berpeluang besar untuk berkembang menjadi kota persinggahan bagi perjalanan dari Banjarmasin ke Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.

Batas wilayah

Secara administrasi Kabupaten Balangan berbatasan dengan:

UtaraKabupaten Tabalong
TimurKabupaten Kota Baru dan Kabupaten PasirKalimantan Timur
SelatanKabupaten Hulu Sungai Tengah
BaratKabupaten Hulu Sungai Utara

Luas Wilayah

Luas Kabupaten Balangan adalah 1.819,75 km² yang terdiri dari 8 kecamatan dan 160 desa. Kecamatan dengan wilayah terluas adalah kecamatan Halong dengan luas 659,84 km², sedangkan kecamatan dengan luas wilayah terkecil adalah kecamatan Lampihong dengan luas 96,96 km².

Topografi

Wilayah kabupaten Balangan terdiri dari 179.269 ha dataran. Luas areal perairan terdiri dari rawa 3.026 ha dan sungai 5.537 ha. Temperatur udara di daerah ini rata-rata 26 °C.

Sejarah

Masa Sebelum Masehi

Masa Abad Pertengahan

Pada sekitar 8000 SM, Manusia ras Austrolomelanesia mendiami gua-gua di pegunungan Meratus. Fosilnya ditemukan di Gua Babi di Gunung Batu Buli, Kampung Randu, Desa Lumbang, Muara Uya, Tabalong, daerah yang berdekatan dengan Kabupaten Balangan. Kemudian sekitar 2500 SM terjadi migrasi bangsa Melayu Tua dari Yunan ke pulau Borneoyang menjadi nenek moyang suku Dayak (rumpun Ot Danum). Kemudian sekitar 1500 SM terjadi migrasi bangsa Melayu Muda ke pulau Borneo, kemungkinan dari Formosa (Taiwan).

Kira-kira pada abad ke-5 terjadi migrasi orang Sumatra yang membawa bahasa Melayu kuno menjadi Bahasa Banjar Hulu. Diperkirakan pada 520 berdirinya Kerajaan Tanjungpuri di Tanjung, Tabalong yang didirikan orang Melayu kuno, daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Balangan. Kira-kira pada tahun abad ke-6 Suku Dayak Maanyan melakukan migrasi ke pulau Bangka selanjutnya ke Madagaskar. Orang Balangan dan orang Pitap yang berbahasa Maanyan dan bahasa Bukit mendiami daerah aliran sungai Balangan dan sungai Pitap.

Menurut Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365, wilayah Barito (= Tanah Dusun), Tabalong dan Sawuku sudah menjadi daerah taklukan Gajah Mada, mahapatih mangkubumi Kerajaan Majapahit. Daerah-daerah tersebut berdekatan dengan wilayah Kabupaten Balangan. Pada tahun 1387[5], Ampu Jatmaka/Jatmika, saudagar dari negeri Keling (India Selatan atau Jawa Timur) mendirikan kerajaan Negara Dipa dan ia memakai gelar Maharaja di Candi.[6]. Semula ibu kota berkedudukan di Candi Laras (Margasari) pada daerah aliran sungai Tapin, kemudian dipindahkan ke hulu di Candi Agung/Negara Dipa (sekarang Amuntai) dekat muara sungai Tabalong tetapi pelabuhan perdagangan yang resmi tetap di Muara Rampiau dekat Candi Laras. Ampu Jatmika kemudian dilantik sebagai penerus raja Kuripan (Danau Panggang) sehingga ia menjadi penguasa empat negeri: Candi LarasCandi AgungKuripan dan daerah Batung Batulis dan Baparada.[7] Batung Batulis dan Baparada merupakan julukan Kabupaten Balangan dahulu di mana terdapat lokasi yang dikeramatkan, yaitu Gunung Batu Piring (Kampung Pahajatan) tempat mengambil buluh betung (batung batulis) yang dipakai sebagai tiang mahligai/istana bagi Putri Junjung Buih.

Menurut Hikayat Banjar Resensi I, ketika ibu kota di Negara Dipa/Candi Agung, Ampu Jatmaka memerintahkan menteri penganan Aria Magatsari mudik untuk menaklukan daerah-daerah di hulu, yaitu batang Tabalong, batang Balangan, batang Pitap serta bukit-bukitnya. Maka diangkatlah ketua daerah setempat sebagai menteri-menteri sakai mengepalai daerah tersebut di bawah kekuasaan Aria Magatsari. Sementara itu menteri pengiwa Tumenggung Tatahjiwa diperintahkan menaklukan batang Alai, batang Amandit, batang Labuan Amas serta bukit-bukitnya. Mula-mula Lambung Mangkurat menjabat sebagai pemangku raja Negara Dipa, penerus Maharaja di Candi, tetapi kemudian sebagai raja dilanjutkan oleh anak angkatnya Putri Junjung Buih (Bhre Tanjungpura) bersama suaminya Pangeran Suryanata I dari Majapahit. Lambung Mangkurat dengan sukarela mengambil posisi sebagai mangkubumi Negara Dipa karena sebenarnya ia bukanlah berdarah biru.

Pada masa kekuasaan Raden Sekar Sungsang, wilayah Balangan termasuk dalam wilayah Kerajaan Negara Daha, nama negeri dengan ibu kota yang baru di sebelah hilir di Muara Hulak, yaitu perpindahan dari Negara Dipa (Candi Agung) sampai masa kekuasaan Pangeran Tumenggung. Lokasi Muara Hulak tersebut pada mulanya muncul sebagai pelabuhan bayangan kerajaan Negara Dipa, padahal pelabuhan perdagangan yang resmi adalah Muara Rampiau. Dengan berdirinya Negara Daha, maka pelabuhan perdagangan dipindah ke hilir dari Muara Rampiau ke Muara Bahan. Pada tahun 1526, wilayah Balangan menjadi bagian dari Banua Lima, sebuah provinsi dari Kesultanan Banjar, nama negeri dengan ibu kota yang baru yang didirikan oleh Sultan Suriansyah (keponakan Pangeran Tumenggung) di lokasi yang jauh lebih ke hilir dekat muara sungai Barito, yaitu Banjarmasin, merupakan perpindahan dari Negara Daha/Muara Hulak.

Masa Kolonialisme Belanda

Dalam Perang Banjar, rakyat Balangan ikut aktiff berjuang, pada 4 Mei 1861 terjadi Pertempuran Paringin antara pasukan Antasari melawan kolonial Belanda. Pada tahun 1861tersebut, pejuang Perang Banjar, Tumenggung Jalil gelar Kiai Adipati Anom Dinding-Raja gugur dalam pertempuran mempertahankan benteng Tundakan. Pada tahun 1899, Kiai Matsaleh sebagai kepala Distrik Balangan, yaitu salah satu distrik dalam Onderafdeeling Amuntai, Alabio dan Balangan di bawah penguasa Residen C.A Kroesen yang memimpin Zuider en Ooster Afdeeling van Borneo

Menurut Staatblaad tahun 1898 no. 178[8] Distrik Balangan adalah salah satu Distrik di dalam Onderafdeeling Alabioe en Balangan yang merupakan bagian dari Afdeeling Amuntai.

Tahun 1870 Distrik Batang-Alai, Laboean-Amas en Balangan (ibu kota Barabai)

Distrikt Batang-Alai, Laboean-Amas en Balangan. (Standplaats Barabei).[9]

  • Kontroleur der 1ste klasse. N. van der Stok.
  • Distriktshoofd van Batang-Alai. Kjahi Demang Joeda Negara.
  • Idem van Laboean-Ámas. Kjahî Toemenggoeng Karta Joeda Negara
  • Idem van Balangan. Kjahi Raden Mas Wira Joeda.
  • Pangoeloe van Batang-Alai en Laboean-Amas. Hadjí Abdoel Kapi.
  • Idem van Balangan. Hadji Mat Saleh.

Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Balangan

Kantor Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata atau disingkat Disporapar memiliki tugas untuk melaksanakan urusan pemerintahan Kabupaten Balangan dalam bidang Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata berdasarkan asas otonomi daerahnya

Anda mungkin juga suka...

8 Komentar

  1. Long time supporter, and thought I’d drop a comment.

    Your wordpress site is very sleek – hope you don’t mind
    me asking what theme you’re using? (and don’t mind if I steal
    it? :P)

    I just launched my site –also built in wordpress like yours– but the theme slows (!) the site down quite a bit.

    In case you have a minute, you can find it by searching for “royal cbd” on Google (would appreciate any feedback) – it’s still
    in the works.

    Keep up the good work– and hope you all take care of yourself during the coronavirus scare!

    1. disparbalangan menulis:

      Thank you, we will improve our website performance.
      Please support our tourism Destination.

  2. Great post.

    1. disparbalangan menulis:

      Thank you and please support our tourism Destination.

  3. hello there and thank you for your info – I have definitely
    picked up anything new from right here. I did however expertise
    several technical issues using this site, as I experienced to reload the website lots of times previous to
    I could get it to load properly. I had been wondering if your web host is OK?

    Not that I’m complaining, but slow loading instances times will very frequently affect your placement in google and could damage your high quality score if advertising and marketing with
    Adwords. Well I am adding this RSS to my email and could look out
    for a lot more of your respective intriguing content.
    Make sure you update this again soon.

    P.S. If you have a minute, would love your feedback
    on my new website re-design. You can find it by searching
    for “royal cbd” – no sweat if you can’t.

    Keep up the good work!

    1. disparbalangan menulis:

      Thank you and please support our tourism Destination.

  4. I loved as much as you will receive carried out right here.
    The sketch is tasteful, your authored subject matter stylish.
    nonetheless, you command get bought an shakiness over that you wish be delivering the following.
    unwell unquestionably come further formerly again as exactly the same nearly a lot often inside case you shield this increase.

    1. disparbalangan menulis:

      Thank you, we will improve our website performance. Please support our tourism Destination.

Tinggalkan Balasan ke Royal CBD Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *